ﻛﺎﻥ ﻫﻨﺎﻙ ﺃﺭﻧﺐ ﻳﻌﻴﺶ ﻣﻊ ﺯﻭﺟﺘﻪ ﻓﻲ ﺑﻴﺖٍ ﺧﺸﺒﻲّ، ﻭﻛﺎﻥ ﻫﻨﺎﻙ ﺣﺠﺮٌ ﺃﻣﺎﻡ ﺑﻴﺘﻬﻤﺎ، ﻓﻘﺎﻟﺖ
ﺍﻷﺭﻧﻮﺑﺔ ﻟﺰﻭﺟﻬﺎ : ﺃﺑﻌﺪ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺠﺮ ﻋﻦ ﺍﻟﺒﺎﺏ، ﻭﻟﻜﻨّﻪ ﺭﻓﺾ ﺫﻟﻚ، ﻭﻓﻲ ﻳﻮﻡٍ ﻣﻦ ﺍﻷﻳّﺎﻡ ﻭﺑﻴﻨﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﺍﻷﺭﻧﺐ ﻳﺠﺮﻱ ﻭﻳﻠﻌﺐ ﻭﻗﻊ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﺠﺮ ﻭﻛﺴﺮﺕ ﻗﺪﻣﻪ، ﻭﻟﻜﻨّﻪ ﻟﻢ ﻳﺘﻌﻠّﻢ ﻣﻦ ﺧﻄﺌﻪ، ﻓﻜﻠّﻤﺎ ﺷﺎﻫﺪ ﺍﻟﺤﺠﺮ ﺗﺤﺎﺷﺎﻩ ﻭﻟﻢ ﻳﻘﻢ ﺑﺈﺯﺍﻟﺘﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﻄّﺮﻳﻖ .
ﻭﻓﻲ ﺇﺣﺪﻯ ﺍﻟﻤﺮّﺍﺕ ﻛﺎﻧﺖ ﺍﻷﺭﻧﻮﺑﺔ ﺗﻌﺪّ ﻓﻄﻴﺮﺓً، ﻭﻟﻜﻦ ﻳﻨﻘﺼﻬﺎ ﺍﻟﻌﺴﻞ، ﻭﺍﻟﻌﺴﻞ ﻣﻮﺟﻮﺩ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﺪﺑّﺔ، ﻓﻘﺎﻟﺖ ﺍﻷﺭﻧﻮﺑﺔ ﻟﺰﻭﺟﻬﺎ : ﺍﺫﻫﺐ ﻭﺃﺣﻀﺮ ﺍﻟﺪﺑّﺔ ﺇﻟﻰ ﻫﻨﺎ ﻟﺘﺄﻛﻞ ﻣﻌﻨﺎ؛ ﻓﻬﻲ ﺗﺤﻀﺮ ﺍﻟﻌﺴﻞ ﻭﻧﺤﻦ ﻧﺠﻬّﺰ ﺍﻟﻔﻄﻴﺮﺓ، ﻭﻟﻜﻨّﻪ ﺭﻓﺾ ﺫﻟﻚ ﺑﺼﻮﺕٍ ﻣﺮﺗﻔﻊ ﺣﺘّﻰ ﺳﻤﻌﺘﻪ ﺍﻟﺪﺑّﺔ، ﺣﻀﺮﺕ ﺍﻟﺪﺑّﺔ ﻭﺣﺪﻫﺎ ﻭﻣﻌﻬﺎ ﻗﺪﺭﺓ ﺍﻟﻌﺴﻞ، ﻭﻋﻨﺪﻣﺎ ﻭﺻﻠﺖ ﺑﺎﺏ ﺑﻴﺖ ﺍﻷﺭﻧﺐ ﻟﻢ ﺗﺸﺎﻫﺪ ﺟﺮﻓﻮﻗﻌﺖ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺒﺎﺏ ﺍﻟﺨﺸﺒﻲّ، ﻓﻬﺪﻡ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻭﻭﻗﻊ ﺍﻟﻌﺴﻞ
Dikisahkan ada seekor kelinci hidup bersama istrinya di sebuah rumah kayu. Di depan rumah itu terdapat sebongkah batu. Lantas Istri kelinci itu meminta padanya untuk menjauhkannya seaya berkata; " Jauhkan batu ini". Namun si kelinci jantan menolak dan tidak memperdulikannya. Hingga pada suatu hari kelinci jantan bermain dan berlari-lari di depan rumah, tiba-tiba iapun tersandung batu dan kakinya patah. Tapi sayang, si kelinci tidak belajar dari kesalahannya. Setiap hari ia melihat batu itu akan tetapi ia belum juga menyingkirkannya.
Pada suatu hari, kelinci betina membuat kue donat. Tapi sayangnya ia kekurangan madu untuk donatnya itu. Dan madu itu ada pada beruang. Kelinci betina itupun berkata pada kelinci jantan; "pergi dan ajaklah beruang untuk datang makan bersama kita, biar ia membawa madu sedangkan kita menyiapkan kue donatnya". Akan tetapi kelinci jantan itu malah menolak dengan suara yang keras hingga terdengar oleh beruang.
Akhirnya beruangpun datang sendiri dengan membawa madu. Dan ketika sampai di depan pintu rumah kelinci, beruang tidak melihat batu sehingga iapun tersandung dan menabrak pintu kayu. Akhirnya rumah kelincipun hancur dan madupun berceceran.
ﺍﻷﺭﻧﺐ ﺍﻟﻜﺴﻼﻥ
No comments:
Post a Comment